Kamis, 25 Juli 2013

pentingnya orang tua

gak terasa udah berminggu-minggu aku gak menulis,,hehe
 maaf yah teman-teman, tapi tenang aja, nih  ada yang baru, semoga bermanfaat.
           


 Memang budaya Indonesia dari dulu hingga sekarang hanya sedikit yang berubah terutama yang paling menyedihkan kurang nya minat membaca, itulah mengapa tidak terlalu banyak putra putri Indonesia yang berhasil, dari cara berpikir mereka pun masih rendah, yang ada dalam benak mereka hidup hanya untuk mencari uang bukan mencari ilmu, seandainya setiap daerah ada satu motivator yang memberikan inspirasi bagi bangsa ini, mungkin hanya menghitung tahun akan banyak perkembangan dari remaja-remaja harapan bangsa.
 Karena apa? Dengan adanya seorang motivator akan menyadarkan mereka-mereka yang dirundung masalah hingga tak terjebak dalam minuman keras dan narkoba,memberikan semangat hingga pikiran mereka tetap terarah,dan memberikan nasehat atau petunjuk agar selalu tegar menghadapi tantangan dalam hidup, tetapi peran seorang motivator saja tidak cukup, orang tua dan lingkunganlah yang seharusnya punya peran penting terhadap perkembangan mereka, namun mengapa banyak sekali remaja-remaja dan pemuda-pemuda yang masih terjerumus dalam lembah kehinaan, yang tak tau arah dan tujuan hidup, hingga dengan narkoba,minuman keras dan diskotik mereka dapat menenangkan diri, walau hanya bersifat sementara.
Mengapa itu dapat terjadi? Dari penelitian yang saya lakukan, itu terjadi karena banyaknya orang tua yang sebenarnya tak layak menjadi orang tua. Kenapa? Umur saja yang tua tapi pemikirannya seperti anak kecil, itulah sebabnya banyak orang tua yang tak becus mendidik anak karena mendidik diri mereka sendiri saja tak bisa, coba lihat begitu banyak anak kecil jadi pengemis dan pengamen dilampu merah. Itulah akibat orang tua yang tidak  bertanggung jawab.!
Berbicara soal tanggung jawab, ini sangat erat hubungannya dengan kedewasaan seseorang, karena seberapa besar tanggung jawab seseorang, dapat dilihat dari seberapa matang pemikiran dan kedewasaannya. Lalu apa hubungan kedewasaan dengan orang tua? Sudah pasti sangat berhubungan malah bagi saya kalau anda ingin menjadi orang tua, dewasakan dulu diri anda, agar anak-anak anda menjadi terarah dan tau tujuan hidup mereka. Karena anda adalah contoh bagi anak anda, dan dengan kedewasaan anda akan memberikan contoh yang baik dan mampu mendidik anak-anak anda dengan baik.
Sungguh miris hati saya melihat kelakuan remaja-remaja saat ini, mereka dengan ceria melakukan hal-hal yang sebenarnya sedikitpun tak ada manfaat untuk masa depan yang cerah. Yang sudah pasti itu disebabkan oleh orang tuanya yang tak becus mendidik anak.
Apalagi dengan masuknya kebudayaan barat semakin merusak generasi-generasi muda, dari cara berpakaian, pergaulan, dan sikap,
Lihatlah, diskotik, obat-obatan, narkoba, minuman keras, itu berasal dari barat. Bagi saya kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia telah mencuci otak para pemuda,
Dan tak bisa dipungkiri mengapa mereka dengan mudah bisa terpengaruh oleh kebudayaan barat, itu dikarenakan tipisnya pengetahuan tentang agama, hingga tak ada kesadaran bagi mereka. Namun yang anehnya ada juga anak muda yang tau banyak tentang agama, tetapi tetap saja melakukan yang ia tau itu tak baik.
Ada apa ini? Ada yang salah? Mereka itulah yang dikatakan dalam Al-qur`an “punya telinga tapi tuli, punya mata tapi buta, punya akal tapi tak dipakai dan punya hati tapi tak merasa”.

Tidak ada komentar: