Minggu, 07 Juli 2013

puisi

terjerumus dalam keletihan,,
  menumbuhkan batang kegelisahan,
yang terus-menerus berkembang,
  
  melewati batas singgasana,
hingga terdampar di suatu tempat,
 tak bernyawa,
tak bertanah,
tak berhias,,

        seakan gelembung-gelembung memecahkan dunia,
butiran-butiran buih melahap asa,
       menyembur terbelah,retak, remuk, tersebar bagai angin,

merambat memenuhi sudut-sudut tak terkira,
   menerka-nerka dan seketika menyelinap di bawah hampa,
terselubung dalam hati yang bersua,
     hanya,,
tersisa luapan melalap gerumunan rasa tersentak,
   terjatuh, terdampar, tergeletak di sisi serat... 

   
       menelaah, terhijab gumam berseru mengumandangkan.
kehilangan jiwanya..

Tidak ada komentar: